Kalau hujan dengan ukuran sangat lebat mengguyur Samarinda dalam waktu kurang lebih setengah jam saja, salah satu daerah yang bakal paling sering dan lekas terendam adalah persimpangan yang berada di depan Mall Lembuswana (Awal masuk Jl. M. Yamin-sedikit Jl. Dr.Sutomo -agak memanjang di Jl S.Parman). Padahal area ini termasuk area tersibuk. Mobil-mobil bagus, baik yang fancy sampai yang gede-gede milik perusahaan batu bara, apalagi sepeda motor punya jadwal wara-wiri yang padat disini. Macet selalu terjadi setiap sore, apalagi ada cara pernikahan di gedung -gedung sekitar Jl. M. Yamin. Tak usah nunggu sampai sore, macetnya minta ampun lo, itu masih kering coba kalau banjir …. parade pencet-pencet klakson bakal terjadi, mengalahkan keributan massa dan acara bangun sahur hehehe …. pada intinya lingkungan bisa bersahabat dengan kita apabila kita juga mau menjaganya. Jadi jika terjadi ….yah, sebut saja bencana alam lah, seperti banjir, jangan cari siapa yang patut disalahkan, sebab yang salah juga enggak akan mau mengaku. Seperti kata orang-orang bijak; janganlah pipis sembarangan ….maksudnya jangan buang sampah sembarangan, itu juga satu hal yang perlu kamu lakukan, enggak perlu lah berkampanye hijau, hijau, hijau tapi enggak tahu jaga lingkungan. Yang ringan ini saja dulu; mencari tong sampah.

Nah, ini kemungkinan salah satu penyebab cepatnya peluapan air hingga dalam waktu singkat saja banjir melanda. Nyangkut + numpuk sampai tak terlihat memiliki arus sama sekali jadi tak bisa gerak dah.

Ini penampakan dari jarak jauh ... lihat jarak permukaan airnya dengan permukaan jalan. Ini belum kena tambahan air hujan lo. Cuaca juga lagi enggak mendung. Bayangin aja kalau sudah ditumpahin bergalon-galon air hujan .... kamu bisa bilang tumpah lah, meluber lah, melebihi kapasitas lah ... pokoknya banjirrrrr. Dan selamat menikmati.

Karena enggak ngalir, kamu bisa liat sebuah parit gede yang mirip empang. Tapi jangan nyebur disini buat cari ikan, ini bukan empang ini kolam kecil ... loh, iya, cuma belum sempat dikuras.

Nih kresek ternyata bisa juga dipakai sebagai tikus percobaan. Sebelum kamu masuk buat belanja-belanji di mall, perhatikan letak kresek ini dan rekam dalam pikiran, maksudnya diingat letaknya, radius berapa derajat gitu, hehehe kalau perlu rekam buat yang sering lupa. Nah terus tinggalin beberapa jam, baca buku secara gratisan di Gramedia lumayan buat bunuh waktu (saran saja). lalu kalau sudah bosen belanja, waktunya pulang. Tapi tunggu, kamu balik ke tempat si kresek buat liat bagaimana nasibnya. Ternyata ...tadaaaa ... si kresek masih setia menunggu ditempat itu. Mau gimana lagi, kreseknya mau pergi tapi macet, airnya enggak ngalir-ngalir.


